JAKARTA – Kekisruhan ini berawal saat ditetapkannya Anindya Bakrie jadi Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggantikan Arsjad Rasjid berdasarkan hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) yang digelar di Hotel St Regis, Jakarta, Sabtu (14/9/2024).
Terpilihnya Anindya Bakrie menjadi Ketum Kadin dilakukan secara singkat. Hanya dalam dua hari, yang dimulai pada Jumat (13/9/2024) hingga Munaslub berakhir pada Sabtu (14/9/2024), Anindya Bakrie langsung terpilih sebagai ketum yang baru secara aklamasi.
Hal ini juga telah dikonfirmasi oleh Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia Bambang Soesatyo yang hadir dalam acara itu. Ia menyebutkan28 Kadin Provinsi yang ikut dalam Munaslub itu telah sepakat menjadikan Anindya Bakrie sebagai Ketua Umum.
“Udah selesai tadi, secara aklamasi dari 28 ketua-ketua umum Kadin daerah hadir, 25 asosiasi, pimpinan juga hadir, secara aklamasi sudah terpilih Pak Anin (Anindya),” kata pria yang akrab disapa Bamsoet di lokasi Munaslub, St Regist Jakarta, Sabtu (14/9/2024).
Respons Arsjad Rasjid
Sementara itu, sehari setelah penetapan Anindya Bakrie, Arsjad Rasjid memberikan respons terkait keputusan Munaslub lewat jumpa pers pada Minggu (15/9/2024). Menurutnya Munaslub yang digelar tak sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Kadin Indonesia. Lebih lanjut, ia menegaskan akan mengambil tindakan hukum.
“Selanjutnya kami ambil langkah hukum untuk menjaga integritas organisasi,” tegas Arsjad.
Selain itu, menindaklanjuti masalah ini, dewan pengurus juga sedang melakukan investigasi atas pelanggaran AD/ART. Dari penyelidikan sementara, ia meyakini akan menemukan bukti-bukti dokumen terkait Munaslub, termasuk keterlibatan individu atau kelompok.
Arsjad Rasjid Bersurat ke Jokowi
Sementara itu, Arsjad Rasjid juga akan bersurat ke Presiden Joko Widodo (Jokowi) maupun presiden terpilih Prabowo Subianto, terkait dualisme kepemimpinan Kadin ini.
“Bukan cuma masalah status Keppres-nya, tapi tetap kita berjalan seperti biasa saja, bahwa ada kejadian yang terjadi Munaslub ilegal ini akan kami laporkan. Kita harus berdiri dalam konteks hukum Undang-Undang Governance Kadin Indonesia,” kata Arsjad.
Di lain ke sempatkan, Jokowi mengaku terbuka untuk bertemu dengan siapa saja, termasuk petinggi Kadin, baik Arsjad Rasjid maupun Anindya Bakrie.
BACA LAGI: Tugas Akhir dari Jokowi untuk Para Menteri di Penghujung Kekuasaan
Anindya Bakrie Balas Respons
Pada hari yang sama, pada Minggu (15/9/2024), Ketum hasil Munaslub, Anindya Bakrie, menggelar jumpa pers dan membantah bahwa Munaslub bertujuan untuk mengkudeta Arsjad Rasjid dari jabatannya.
Ia mengklaim Munaslub merupakan inisiatif Kadin Daerah dan Anggota Luar Biasa (ALB) dan semua yang dilakukannya telah sesuai dengan AD/ART (Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga).
Respons Kemenkumham
Sementara itu, Menkumham Supratman Andi Agtas menegaskan bahwa pemerintah tidak campur tangan dalam urusan internal Kadin Indonesia. “Kalau kami di pemerintah ya, ini kan urusan internal Kadin sebenarnya,” kata Supratman.
Menurutnya, pemerintah akan mengikuti Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga(AD/ART).








Discussion about this post